Skip to main content

makalah tentang intelek dan inteligen

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Intelegensi atau sering banyak digunakan dengan sebulan kecerdasan,  suatu karunia yg dimiliki individu untuk mengembangkan dan mempertahankan hidupnya, serta bagaimana individu itu berusaha menghambakan dirinya kepada PenciptaNya.
Ketika baru lahir seorang anak sudah mempunyai kecerdasan, hanya sangat bergantung pada orang lain untuk memenuhi perkembangan hidupnya. Dalam perkembangannya anak makin meningkatkan berbagai kemampuan untuk mengurangi ketergantungan dirinya pada orang lain dan berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.
Manusia tumbuh dan berkembang pada masa bayi ke masa dewasa melalui beberapa langkah dan jenjang . Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangan itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan .Interaksi sosial merupakan proses sosialisasi yang mendudukan anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan sosial .
















2.      Rumusan  Masalah
1.        Apa Pengertian Intelek dan intelegensi?
2.        Apa  Hubungan antara Intelek dan  Tingkah Laku?
3.        Bagaimana Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja?
4.        Apa Saja Faktor-Faktor  yang Mempengaruhi  Perkembangan Intelek?
5.        Bagaimana Perbedaan individu dalam Kemampuan dan Perkembangan Intelek?
6.        Apa saja Usaha-usaha dalam Membantu Mengembangkan Intelek Remaja dalam Proses Pembelajaran?
3.      Tujuan
1.        Memahami makan Intelek.
2.        Memahami Hubungan antara Intelek dan  Tingkah Laku.
3.        Memahami makna dan karakteristik perkembanganintelek remaja.
4.        Mengetahui Faktor-Faktor  yang Mempengaruhi  Perkembangan Intelek.
5.        Menjelaskan Bagaimana Perbedaan individu dalam Kemampuan dan Perkembangan Intelek.
6.        Mengetahui Usaha-usaha dalam Membantu Mengembangkan Intelek Remaja dalam Proses Pembelajaran.
















BAB II
PEMBAHASAN


1.      Pengertian Intelek
Istilah intelek berasal dari bahasa Inggris intellect yang menurut Chaplin (1981) diartikan sebagai Proses kognitif, proses berpikir, daya menghubungkan, kemampuan menilai, dan kemampuan mempertimbangkan, danKemampuan mental atau itelegensi.
 Menurut Mahfudin Shalahudin (1989) dinyatakan bahwa “intelek” adalah akal budi atau inteligensi yang berarti kemampuan untuk meletakkan hubungan dari rposes berfikir. Selanjutnya, dikatakan bahwa orang yang intelligent adalah orang yang dapat menyelesaikan persoalan dalam waktu yang lebih singkat, memahami masalahnya lebih cepat dan cermat, serta mampu bertindak cepat.
Menurut English dan English dalam bukunya “ A Comprehensive dictionary of pisychological and Psychoanalitical Terms “. Istlah Intelect berarti antara lain :
a)               Kekuatan mental  dimana manusia dapat berfikir
b)               Suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktifitas yang berkenaan dengan berfikir (misalnya menghubungkan, menimbang, dan memahami)
c)               Kecakapan, terutama kecakapan yang ti nggi untuk berfikir (bandingkan dengan Intelligence, Intelligence = intellect).
2.      Hubungan Antara Intelek dan Tingkah Laku
Kemampuan berfikir abstrak menunjukkkan perhatian seseorang kepada kejadian  dan   peristiwa yang tidak kongkrit seperti misallna pilihan pekerjaan , corak hidup bermasyarakat, pilihan pasangan hidup yang sebenarnya masih jauh di depannya dan lain- lain. Kemampuan abstraksi akan berperan dalam perkembangan kepribadiannya.
Pikiran remaja sering di pengaruhi oleh ide-ide dan teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang tua. Sikap kritis ini juga di tubjukkkan pada hal-hal yang sedah umum baginya pada masa sebelumnya, sehingga tata cara, dan adat istiadat yang berlaku di lingkungan  keluarga sering terasa terjadi atau ada pertentangan dengan sikap keritis yang tampak pada perilakunya.
Disamping itu pengaruh egosentris masih terlihat pada pikirannnya  :
a)      Cita-cita dan idealism yang baik , terlalu menitik beratkan pikiran sendiri tanpa memikirkan akibat  lebih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan.
b)      Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang lain dalam penilainnya.

Egosentrisme “ kekakuan” para remaja  dalam cara berfikir maupun bertingkah laku. Persoalan yang timbul pada maasa remaja adalah banyak bertalian dengan perkembangan fisik  yang dirasakan mencekam dirinya. Hal ini menimbulkan perasaan “seperti “ selalu diamati orang lain, perasaaan malu dan membatasi gerak geriknya.
3.      Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja
Pada umumnya 3 – 4 tahun pertama menunjukkan perkembangan yang hebat, selanjutnya akan terjadi perkembangan yang teratur. Pada awal masa remaja, kira-kira pada usia 12 tahun anak pada masa yang di sebut “ masa operasi formal” (berfikir abstrak). Dalam berfikir operasional  formal setidak tidakkna mempunyai 2 sifat yang penting, yaitu:
a)      Sifat Deduktif Hepotesis
Pada dasarnya pengajuan hipotesis itu menggunakan cara berfikir induktif, disamping deduktif, oleh sebab itu dari sifat analisis yang ia lakukan, ia dapat membuat strategi penyelesaina.
b)      Berfikir Operasional juga berfikir Kombinatoris
Dengan berfikir operasional fornmal memungkinkan orang untuk mempunyai tingkah laku problem solving yang betul-betul ilmiah, serta memungkinkan untuk mengadakan pengujian hipotesis dengan variabrel- variable tergantung yang mungkin ada.
Jadi, dengan berfikir operasional formal memungkinkan orang untuk mempunyai tingkah laku problem  solving yang betul-betul ilmiah, serta memungkinkan untuk  mengadakan pengujian dengan  variable-variabel tergantung yang mungkin ada. Berfikit abstrak atau formal operation ini merupakan cara berfikir yang bertalian dengan hal-hal yang tidak dilihat dan  kejadian-kejadian tidak langsung dihayati.


4.       Faktor-Faktor yang mempengaruhi Perkembanga Intelek
Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek itu antara lain:
·            Bertambahnya informasi yang disimpan (dalam otak) seseorang sehingga ia mampu berfikir reflektif.
·             Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan  memecahkan masalah sehingga seseorang dapat berfikir proposional.
·            Adanya kebebasan berfikir, menimbulkan keberanian seseorang  dalam menyusun  hipotesis yang radikal, kebebasan menjejaki masalah secara keseluruhan.
Perkembangan intelektual sebenarnya diperngaruhi oleh dua faktor utama, yaitu     hereditas dan lingkungan. Pengaruh kedua faktor itu pada kenyataannya tidak terpisah secara sendiri-sendiri melainkan seringkali merupakan resultan dari interaksi keduanya. Pengaruh faktor hereditas dan lingkungan terhadap perkembangan intelektual itu dapat dijelaskan berikut ini.
1.       Faktor Hereditas
Semenjak dalam kandungan, anak telah memiliki sifat-sifat yang menentukan daya kerja intelektualnya. Secara potensial anak telah membawa kemungkinan apakah akan menjadi kemampuan berfikir setara normal, di atas normal atau di bawah normal. Namun, potensi ini tidak akan berkembang atau terwujud secara optimal apabila lingkungan tidak memberi kesempatan untuk berkembang. Oleh karena itu, peranan lingkungan sangat menentukan perkembangan intelektual anak.
2.      Faktor Lingkungan
Ada dua unsur lingkungan yang sangat penting peranannya dalam memengaruhi perkembangan intelek anak, yaitu keluarga dan sekolah.
1.         Keluarga
Intervensi yang paling penting dilakukan oleh keluarga atau orang tua adalah memberikan pengalaman kepada anak dalam berbagai bidang kehidupan sehingga anak memiliki informasi yang banyak yang merupakan alat bagi anak untuk berpikir. Cara-cara yang digunakan, misalnya memberi kesempatan kepada anak untuk merealisasikan ide-idenya, menghargai ide-ide tersebut, memuaskan dorongan keingintahuan anak dengan jalan seperti menyediakan bacaan, alat-alat keterampilan, dan alat-alat yang dapat mengembangkan daya kreativitas anak. Memberi kesempatan atau pengalaman tersebut akan menuntut perhatian orangtua.
2.         Sekolah
Sekolah adalah lembaga formal yang diberi tanggungjawab untuk meningkatkan perkembangan anak tersebut perkembangan berpikir anak. Dalam hal ini, guru hendaknya menyadari bahwa perkembangan intelektual anak terletak di tangannya. Beberapa cara diantaranya adalah sebagai berikut:
A.    Menciptakan interaksi atau hubungan yang akrab dengan peserta didik.
B.     Memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk berdialog dengan orang-orang yang ahli dan pengalaman dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, sangat menunjang perkembangan intelektual anak.
C.     Menjaga dan meningkatkan pertumbuhan fisik anak, baik melalui kegiatan olahraga maupun menyediakan gizi yang cukup, sangat penting bagi perkembangan berpikir peserta didik.
D.    Meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik, baik melalui media cetak maupun dengan menyediakan situasi yang memungkinkan para peserta didik berpendapat atau mengemukakan ide-idenya.
5.      Perbedaan Individu dalam Kemampuan dan Perkembangan Intelek
Seperti yang di ketahui, manusia itu berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, juga tentang intelegensinya. Nilai IQ yang dihasilkan dari pengukuran intelegensi pada anak umur tertentu akan menghasilkan sebaran nilai yang membentuk sebaran normal
Menurut  Piaget, inteligensi mempunyai beberapa sifat:
1)      Intelegensi adalah interaksi aktif dengan lingkungan
2)       Inteligensi meliputi struktur organisasi perbuatnan dan pikiran, dan interaksi yang bersangkutan antara individu dan lingkungannya.
3)       Struktur tersebut dalam perkembangannya mengalami perubahan kualitatif
4)      Dengan bertambahnya usia, penyesuaian diri lebih mudah karena proses keseimbangan yang bertambah luas.
5)      Perubahan kualitatif pada intelegensi timbul pada masa yang mengikuti suatu rangkaina tertentu.
6.      Usaha-Usaha dalam Membantu Mengembangkan Intelek Remaja dalam Proses Pembelajaran
Menurut Piaget sebagian besar anak usia remaja mampu memahami konsep-konsep abstrak daalam batas-batas tertentu. Geru dapat membantu mereka melakukan hal ini dengan selalu menggunakan pendekatan ketrampilan proses ( discovery approach ) dan dengan member penekanan pada penggunaan konsep-konsep dan abstrak-abstrak.
Kondisi psikologis yang perlu diciptakan agar peserta didik merasa aman secara psikologis sehingga mampu mengembangkan kemampuan intelektualnya adalah sebagai berikut:
a)      Pendidik menerima peserta didik secara positif sebagaimana adanya tanpa syarat (unconditional positive regard)
b)       Pendidik menciptakan suasana dimana peserta didik tidak merasa terlalu dinilai oleh orang lain
c)      Pendidik memberikan pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran, perasaan dan perilaku peserta didik, dapat menempatkan diri dalam situasi peserta didik, serta melihat sesuatu dari sudut pandang mereka (empathy).
d)     Menerima remaja secara positif sebagaimana adanya tanpa syarat (unconditional positive regard).
e)      Memahami pemikiran, perasaan dan perilaku remaja, menempatkan diri dalam situasi remaja, serta melihat sesuatu dari sudut pandang mereka (empathy).
f)       Memberikan suasanan psikologis yang aman bagi remaja untuk mengemukakan pikiran-pikirannya sehingga terbiasa berani mengembangkan pemikirannya sendiri.









BAB III
PENUTUPAN
  1. Kesimpulan
  1. Intelek adalah kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan berfikir. Tes Intelegensi yang terkenal adalah tes Binet-Simon. Hail tes Intelegensi dinyatakan dalam bentuk nilai IQ, dan hal ini banyak gunanya karena tingkat intelegensi berpengaruh terhadap banyak aspek. Ciri-ciri pokok dalam perkembangan intelek remaja dapat  disebutkan sebagai berfikir deduktif-hpotesis dan berfikir kombinatoris.
  1. Saran
Sebaiknya, untuk mengetahui tingkat perkembangan intelek seseorang harus dilakukan berdasarkan tahap-tahapnya, sesuai dengan perkembangan umur mereka. Walaupun intelegensi tersebut merupakan bawaan sejak lahir atau yang dikenal dengan faktor hereditas, namun faktor lingkungan juga sangat berpengaruh dalam perkembangan intelek seseorang. Untuk itu, agar perkembangan intelek berkembang dengan baik maka harus diperhatikan faktor-faktor tersebut.












DAFTAR PUSTAKA
Ngalim, Purwanto  M. MP. Psikologi Pendidikan, Bandung :PT. Remaja Rosdakarya.
Piaget, J.1947.La Psychologie de Intelligene. Paris ; Librairie Armand Colin
Prof. Dr. H. Sunarto, Dra. Ny. B. Hartono,  Agung.2008. Perkembangan Peserta Bidik . Jakarta : Rineka Cipta
Ali, Mohammad & Ansori, Mohammad. 2000. Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik)
Bandung ; Bumi Aksara




Comments

Popular posts from this blog

supervision of school management

1 CHAPTER I PRELIMINARY A. Background Education is a very strategic tool within preserving the value system that evolves in life.   Process education not only provides participants with knowledge and understanding educate, but more directed to the formation of attitudes, behaviors and the personality of learners, given the development of communication, information and the presence of print and electronic media does not always bring positive influence for learners. The educator's job in this context helps to condition the pesera educate on the attitude, behavior or the right personality, in order to be able to become agents of modernization  for himself, the environment, society and anyone encountered without having to distinguish the tribe, religion, race and class.   Education is directed towards humanizing human beings, or help the process of   hominization  and humanization, its intent and implementation the educational p...

makalah evaluasi pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN A.     Latar belakang Evaluasi atau penilaian sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan kehidupan manusia sehari-hari, karena disadari atau tidak, sebenarnya evaluasi sudah sering dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun kegiatan social lainnya. Hal ini dapat dilihat mulai dari berpakaian, setelah berpakaian ia berdiri dihadapan kaca apakah penampilannya sudah wajar atau belum. Dalam pendidikan Islam evaluasi merupakan salah satu komponen dari system pendidikan islam yang harus dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau target yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Untuk itu seorang guru harus benar-benar mempersiapkan dengan benar evaluasi tersebut, Sebelum menyiapkan evaluasi belajar guru terlebih dahulu harus mengetahui apa esensi dari penilaian itu sendiri. Dalam makalah ini akan diulas beberapa poin yang tentunya berkaitan dengan penilaian, yang k...

learning style

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan suatu proses perubahan baik prilaku, pengetahuan dan budaya. Hal ini terkait dengan bagaimana proses interaksi terjalin dengan efektif, saat guru koofratif dengan peserta didik yaitu tidak membeda-bedakan perlakuan. Disamping guru harus bersikap arif, bijaksana dan penuh kasih sayang sebagai landasan dalam mentranformasikan ilmu pengetahuan, sikap dan budaya, bahkan guru dituntut untuk senantiasa mengetahui karakteristik peserta didik di antaranya; Pertama Baground hight quality personality (latar belakang kualitas perseorangan). Latar belakang inilah yang kemudian peerta didik mempunyai gaya belajar masing-masiang misalnya; 40 jumlah peserta didik pasti memiliki gaya belajar yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan prilaku yang dibawanya. Kedua Sosial budaya yaitu peranan dan status seseorang tentunya memiliki status social yang heterogen pula seperti halnya; latar belakang keluarga yang termasuk golongan High Class (ti...