KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia setra taufik dan
hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah Perilaku Organisasi yang berjudul
“Kelompok
dan Tim” ini tepat
pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini, kami
banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai
pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, kami mengucapkan terimakasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada kita sekalian.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah.
Kelompok dan Tim adalah dua konsep berbeda. Kelompok atau group
didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang saling bergantung dan
bekerjasama, yang secara bersama berupaya mencapai tujuan.
Kelompok kerja (work group) adalah kelompok yang para anggotanya saling
berinteraksi terutama untuk saling berbagi informasi untuk membuat keputusan
guna membantu satu sama lain dalam wilayah kewenangannya masing-masing. Kelompok kerja tidak memiliki kebutuhan ataupun
kesempatan untuk terlibat di dalam kerja kolektif yang memerlukan upaya
gabungan dari seluruh anggota tim. Akibatnya, kinerja mereka sekadar kumpulan
kontribusi parsial dari seluruh individu anggota kelompok. Tidak ada sinergi
positif yang menciptakan tingkat kinerja keseluruhan yang lebih besar ketimbang
totalitas input yang mereka berikan. Sementara itu, Tim Kerja mengembangkan
sinergi positif melalui upaya yang terkoordinasi. Upaya individual mereka
menghasilkan suatu tingkat kinerja yang lebih besar ketimbang totalitas input
para individunya.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan kelompok ?
2.
Apa sajakah tipe – tipe kelompok ?
3.
Apa sajakah syarat terbentuknya kelompok ?
4.
Dari manakah sumber kelompok berasal ?
5.
Apakah perbedaan kelompok dan tim ?
C. Tujuan Penyusunan
Adapun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan
makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
Mampu untuk memahami apa yang dimaksud dengan kelompok
2.
Mampu untuk memahami tipe – tipe kelompok
3.
Mampu untuk memahami syarat terbentuknya kelompok
4.
Mampu untuk memahami sumber kelompok
5.
Mampu untuk memahami perbedaan kelompok dan tim.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kelompok
Kelompok (group ) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua
individu atau lebih, yang berinteraksi dan salin bergantung, yang saling
bergabung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. Sementara Gibson (1995)
memandang kelompok dari empat kelompok prespektif, diantaranya :
- Dari sisi persepsi, kelompok
dipandang sebagai kumpulan sejumlah orang yang saling berinteraksi
satu sama lain, dimana masing-masing anggota menerima kesan atau persepsi
dari anggota lain.
- Dari sisi organisasi, kelompok
adalah suatu sistem terorganisasi yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang saling berhubungan dengan sistem menunjukkan beberapa
fungsi, mempunyai standar dari peran hubungan di antara anggota.
- Dari sisi motivasi, kelompok
dipandang sebagai sekelompok individu yang keberadaannya sebagai suatu
kumpulam yang menghargai individu.
- Dari sisi interaksi,
menyatakan bahwa inti dari pengelompokkan adalah interaksi dalam bentuk
interpedensi.
Dari beberapa pandangan tersebut,
Gibson menyimpulkan bahwa yang disebut kelompok itu adalah kumpulan individu
dimana perilaku dan atau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan
atau prestasi anggota yang lainnya.
Dipandang dari proses kemunculannya,
kelompok dapat terbentuk karena tindakan manajerial dan karena adanya keinginan
individu. Manager menciptakan kelompok kerja untuk melaksanakam pekerjaan dan
tugas yang diberikan. Kelompok juga berfungsi dan berinteraksi dengan kelompok
lain, masing-masing mengembangkan satu set karakteristik yang unik termasuk
struktur , kepaduan peran, norma-norma dan proses. Kelompok juga menciptakan
sendiri kultur mereka. Akibatnya, kelompok akan bekerja sama atau
bersaing dengan kelompok lain dan perrsaingan antara kelompok dapat memicu akan
adanya konflik.
B. Tipe-Tipe Kelompok
Kelompok-kelompok di dalam organisasi secara sengaja direncanakan atau
sengaja dibiarkan terbentuk oleh manajemen selaku bagian dari struktur
organisasi formal. Kendati begitu, kelompok juga kerap muncul melalui proses
sosial dan organisasi informal. Organisasi informal muncul lewat interaksi antar
pekerja di dalam organisasi dan perkembangan kelompok jika interaksi tersebut
berhubungan dengan norma perilaku mereka sendiri, kendati tidak digariskan
lewat struktur formal organisasi. Dengan demikian, terdapat perbedaan antara
kelompok formal dan informal.
1. Kelompok Formal
Kelompok ini
dibangun selaku akibat dari pola struktur organisasi dan pembagian kerja yang
ditandai untuk menegakkan tugas – tugas. Kebutuhan dan proses organisasi
menimbulkan formulasi tipe – tipe kelompok yang berbeda – beda. Khususnya ada
dua tipe kelompok formal, diantaranya :
Ø Kelompok
Komando (Command Group)
Kelompok
komando ditentukan oleh bagan organisasi. Kelompok terdiri dari bawahan yang
melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. Hubungan wewenang antara
manajer departemen dengan supervisor, atau antara seorang perawat senior dan
bawahannya, merupakan kelompok komado.
Ø Kelompok
tugas (Task Group)
Kelompok
tugas terdiri dari para karyawan yang bekerja – sama untuk menyelesaikan suatu
tugas atau proyek tertentu. Misalnya, kegiatan para karyawan administrasi dalam
perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan tuntutan kecelakaan, merupakan
tugas yang harus dilaksanakan.
2.
Kelompok Informal
Kelompok informal adalah pengelompokan secara wajar dari orang – orang dalam
situasi kerja untuk memenuhi kebutuhan sosial. Dengan perkataan lain, kelompok
informal tidak muncul karena dibentuk dengan sengaja, tetapi muncul secara
wajar. Orang mengenal dua macam kelompok informal khusus diantaranya:
Ø Kelompok
Kepentingan (Interest Group)
Orang yang
mungkin tidak merupakan anggota dari kelompok komando atau kelompok tugas yang
sama, mungkin bergabung untuk mencapai sesuatu sasaran bersama. Para karyawan
yang bersama – sama bergabung dalam kelompok untuk membentuk front yang terpadu
menghadapi manajemen untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan pelayan
wanita yang mengumpulkan uang persen mereka merupakan contoh dari kelompok
kepentingan. Perlu diketahui juga tujuan kelompok semacam itu tidak berhubungan
dengan tujuan organisasi, tetapi tujuan itu bersifat khusus bagi tiap – tiap
kelompok.
Ø Kelompok
Persahabatan (Friendship Group)
Banyak kelompok
dibentuk karena para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan, misalnya usia,
kepercayaan politis, atau latar belakang etnis. Kelompok persahabatan ini
seringkali melebarkan interaksi dan komunikasi mereka sampai pada kegiatan
diluar pekerjaan.
Jika Pola gabungan karyawan dicatat, maka akan segera menjadi jelas bahwa
mereka termasuk dalam berbagai macam kelompok yang sering bersamaan. Maka
diadakan perbedaan diantara dua klasifikassi kelompok yang luar :
kelompok formal dan informal. Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa
kelompok formal ( kelompok komando dan kelompok tugas) dibentuk oleh organisasi
formal dan merupakan alat untuk mencapai tujuan, sedangkan kelompok informal
(kelompok kepentingan dan kelompok persahabatan) adalah penting untuk keperluan
mereka sendiri ( artinya, mereka memenuhi kebutuhan pokok akan berkelompok).
1. Fungsi-Fungsi Kelompok
Pada dasarnya fungsi kelompok dibagi menjadi dua yaitu, fungsi organisasi
formal dan fungsi kebutuhan individual. Fungsi kelompok formal sebagai sarana
untuk mengerjakan tugas-tugas yang kompleks yang saling berkaitan dan terlalu
sukar untuk dikerjakan oleh siapapun, sebagai sarana untuk mencetuskan
gagasan-gagasan yang baru atau pemecahan masalah yang memerlukan kreativitas
tertentu, dan sebagai wahana sosialisasi serta pelaksanaan keputusan yang
rumit.
Fungsi kelompok
individual yang didasarkan bahwa setiap individu memiliki beraneka macam
kebutuhan, dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan yang meliputi pemenuhan
kebutuhan persahabatan, dukungan, dan kasih sayang, sebagai sarana untuk
mengembangkan, meningkatkan, dan menegaskan rasa identitas dan memelihara harga
diri, sebagai sarana untuk menguji kenyataan sosial melalui diskusi dengan orang
lain, pengembangan perspektif, dan konsensus bersama yang dapat mengurangi
keragu-raguan dalam lingkungan sosial sehingga dapat diambil sebuah keputusan.
A. Ciri-Ciri Utama Kelompok
Penelitian mendalam mengenai sifat-sifat dan hasil-hasil interaksi dalam
kehidupan (empat) cirri kelompok yaitu :
- Terdapat dorongan (motif) yang
sama pada individu-individu yang menyebabkan terjadinya interaksi di
antaranya ke arah tujuan yang sama.
- Terdapat akibat-akibat interaksi
yang berlainan terhadap individu-individu yang satu dari yang lain
berdasarkan reaksi-reaksi dan kecakapan-kecakapan-kecakapan yang
berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya. Oleh karea itu,
lambat laun mulai terbentuk pembagian tugas serta struktur tugas-tugas
tertentu dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan yang sama itu. Di sisi
lain, terbentuk pula norma-norma yang kkhas Dalam interaksi kelompok
kearah tujuannya sehinggga mulai terbentuk kelompok sosial dengan
cirri-ciri yang khas.
- Pembentukan dan penegasan strukutr
(organisasi) kelompok yang jelas dan terdiri atas peranan-peranan
dan kedudukan hierarkis yang lambat laun berkembang dengan sendirinya
dalam usaha pencapaian tujuan. Terjadi pembatasan yang jelas antara
usaha-usaha dan orang yang termasuk ingroup serta usaha-usaha
dan orang outgroup.
- Terjadinya penegasan dan peneguhan
norma-norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang
mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan
tujuan kelompok. Norma-norma dan pedoman tingkah laku ini sebagaiman juga struktur
pembagian tugas anggotanya merupakan norma dan struktur yang khas bagi
kelompoknya itu.
B. Manfaat kelompok bagi organisasi
Banyak manfaat yang dapat dipetik dari adanya kelompok baik di dalam maupun di
luar satuan organisasi, antara lain:
1.
Kelompok
merupakan alat perjuangan bagi anggotanya.
2.
Kelompok dapat
digunakan untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas.
3.
Kelompok lebih
baik daripada perorangan dalam pengambilan keputusan yang mengangkut orang
banyak
4.
Anggota
kelompok dapat memperoleh keuntungan dari pelaksanaan pengambilan keputusan.
5.
Kelompok dapat
mengendalikan dan mendisiplinkan anggotanya dibanding dengan mereka yang tidak
masuk dalam kelompok
6.
Kelompok
membantu menangkis pengaruh – pengaruh negative dari meningkatnya organisasi
yang semakin besar.
7.
Kelompok adalah
fenomena alami di dalam organisasi. Perkembangannya yang spontan tidak dapat
dihalangi, dan dibutuhkan oleh para anggota sebagai alat untuk mencapai tujuan.
C.
Syarat Pembentukan
Kelompok
Kumpulan
individu-individu yang mempunyai hubungan tertentu yang membuat mereka saling
bergantung satu sama lain dalam ukuran-ukuran yang bermakna atau dengan kata
lain memiliki hubungan tertentu yang bermakna. Sekumpulan individu dikatakan
sebagai kelompok apabila memiliki syarat - syarat sebagai berikut :
- Keanggotaan
yang jelas, teridentifikasi melalui nama atau identitas lainya.
- Adanya
kesadaran kelompok sebagai anggota, (memiliki kesatuan persepsi).
- Suatu
perasaan mengenai adanya kesamaan tujuan atau sasaran.
- Saling
ketergantungan dalam upaya pemenuhan kebutuhan untuk mencapai tujuan.
- Saling
interaksi, berkomunikasi untuk bereaksi terhadap anggota lainnya.
- Merupakan
satu kesatuan organisasi yang tunggal dalam mencapai tujuan kelompok
dengan terbentuk struktur kelompok.
1.
Alasan Mengapa Orang Membentuk
Kelompok
Menurut (Gibson
dkk, 1989, 205-207, Marvin E.Shaw, 1981, 81-97)
1. Pemuasan
Kebutuhan
Hasrat untuk
mendapatkan kepuasan dari terpenuhinya kebutuhan dapat merupakan daya motivasi
yang kuat dalam pembentukan kelompok.
Ø Keamanan
Individu yang
berada dalam kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian.
Individu akan merasa lebih kuat, percaya diri, dan tahan terhadap ancaman.
Ø Sosial
Keinginan untuk
termasuk dalam kelompok dan menjadi anggota kelompok menunjukkan
kebutuhan sosial semua orang.
Ø Penghargaan
Dalam
lingkungan tertentu, suatu kelompok yang bergengsi tinggi karena berbagai macam
alasan (missal; keahlian, teknis, kegiatan di luar, dsb).
2. Kedekatan dan
Daya Tarik
Kedekatan
adalah jarak fisik antara para karyawan yang melaksanakan pekerjaan , sedangkan
daya tarik adalah menunjukkan daya tarik orang yang satu dengan lainnya karena
mereka mempunyai kesamaan persepsi,sikap,hasil karya atau motivasi.
3. Tujuan Kelompok
Untuk mencapai
tujuan kelompok dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu atau dua
orang. Ada kebutuhan mengumpulkan bakat, pengetahuan, atau kekuasaan untuk
menyelesaikan pekerjaan.
4. Alasan Ekonomi
Motif ekonomis
menyebabkan terbentuknya kelompok, karena mereka menganggap akan memperoleh
keuntungan ekonomis yang lebih besar dari pekerjaan mereka, jika mereka
membentuk kelompok.
D. Sumber Kelompok
Tingkat prestasi potensial sebuah kelompok sebagian besar tergantung pada
sumber daya yang dibawa anggota – anggotanya secara pribadi kedalam kelompok.
Kemampuan
Menetapkan
parameter bagi apa yang dapat dilakukan anggota dan bagaimana efektifnya mereka
akan dalam sebuah kelompok.
Ciri – Ciri
Kepribadian
Besarnya
pengaruh setiap satu ciri adalah kecil, tetapi menggabungkan cirri – cirri
kepribadian, akibatnya bagi para pelaku kelompok sangat berarti.
E.
Perbedaan
Kelompok dan Tim
Stephen P.
Robbins melakukan pembedaan antara Kelompok Kerja dengan Tim
Kerja berdasarkan 4 variabel yaitu: Sasaran, Sinergi, Akuntabilitas, dan
Keahlian.
1. Sasaran
a.
Kelompok : Berbagi informasi,
saling membantu membuat keputusan kinerja masing-masing.
b.
Tim : Kebutuhan kerja kolektif, saling membantu demi
usaha bersama.
2. Sinergi
a.
Kelompok : Netral (kadang
negatif)
b.
Tim : Positif melaui
usaha yang terkoordinasi.
3. Akuntabilitas
a.
Kelompok : Individu tidak
saling melengkapi.
b.
Tim : Individual dan
saling melengkapi.
4. Keahlian
a.
Kelompok : Acak dan jarang
b.
Tim : Saling
mengganti
Kelompok dan
tim bukan merupakan hal yang sama persis, ada perbedaan antara kelompok kerja
dengan tim kerja. Kelompok kerja berinteraksi untuk berbagi informasi dan
saling membantu membuat keputusan kinerja masing-masing bukan dalam rangka
kebutuhan kinerja kolektif dalam usaha bersama, juga tidak ada sinergi positif
kecuali semata-mata merupakan sajian akhir dari kontribusi individu dari anggota
kelompok tersebut.
Tim kerja
menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi. Usaha individu
memberikan tingkat kinerja lebih besar daripada jumlah individu tersebut. Tim
dibentuk manajemen untuk mencari sinergi positif yang membuat mereka meningkatkan
kerja. Penggunaan tim yang ektensif menciptakan potensi bagi organisasi untuk
menghasilkan output yang lebih besar tanpa peningkatan dalam input.
Contoh perbedaan kelompok dan tim, sebagai berikut:
|
KELOMPOK
|
TIM
|
|
· Anggota
beranggapan pengelompokan hanya sekedar administrasi.
· Pendekatan
hanya sebagai tenaga bayaran.
· Mengerjakan
tugas bagian masing-masing masih harus diperintah.
· Dalam
penyampaian saran harus berhati-hati, karena dapat dianggap sebagai upaya
untuk memecah belah.
· Dalam
penerapan hasil kerja sangat dibatasi oleh pemimpin.
· Anggota
tidak berperan aktif terhadap pengambilan keputusan.
|
· Anggota
menyadari ketergantungan satu sama lain,dan tidak mencari keuntungan pribadi.
· Adanya
komitmen terhadap sasaran yang akan dicapai.
· Rasa peka,
atau sadar diri terhadap tugas masing-masing, yang dapat dikontribusikan
untuk keberhasilan.
· Bekerja
dalam suasana saling percaya, saran dapat diterima dengan terbuka.
· Penerapan hasil
kerja sangat didukung oleh tim.
· Anggota
berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
|
BAB III
PENUTUP
III. Kesimpulan
Kelompok (group)
menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua individu atau lebih,
yang berinteraksi dan salin bergantung, yang saling bergabung untuk mencapai
sasaran-sasaran tertentu. Sementara menurut Gibson, memandang berdasarkan
4 kelompok perspektif, yaitu:(1). Dari sisi persepsi, yang mengutamakan
interaksi. (2). Dari sisi organisasi, yang menganggap kelompok adalah sistem
organisasi. (3). Dari sisi motivasi, setiap individu wajib menghargai satu sama
lain. (4). Dari sisi interaksi, penekanan pada interaksi personal yaitu
komunikasi dengan cara tatp muka. Melalui beberapa pandangan tersebut,
Gibson menyimpulkan bahwa yang disebut kelompok itu adalah kumpulan individu
dimana perilaku dan atau kinerja satu anggota dipengaruhi oleh perilaku dan atau
prestasi anggota yang lainnya.
Pembentukan kelompok dalam sebuah
organisasi baik sengaja ataupun tidak sengaja, diperlukan bagi organisasi.
Kelompok yang sengaja dibentuk oleh organisasi contonya adalah kelompok formal.
Kelompok formal terbentuk karena adanya struktur organisasi. Organisasi
mempunyai persyaratan teknis yang timbul dari tujuannya, pencapaian tujuan
tersebut memerlukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Akibatnya pembentukan
anggota kelompok didasarkan posisi mereka dalam organisasi. Sedangkan
pembentukan kelompok secara tidak sengaja adalah kelompok informal. Di dalam
organisasi kelompok informal muncul melalui interaksi para anggota
organisasi. Perkembangan kelompok ini berhubungan dengan norma perilaku mereka
sendiri. Tipe-tipe kelompok formal adalah (1). Kelompok Komando (commando
group); (2). Kelompok Tugas (task group). Tidak hanya kelompok
formal yang memiliki tipe kelompok, kelompok informal juga terdiri dari: (1).
Kelompok kepentingan (interest group); (2) kelompok persahabatan (friendship
group).
Fungsi kelompok dibagi menjadi dua
yaitu, fungsi organisasi formal dan fungsi kebutuhan individual. Fungsi
kelompok formal sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas. Fungsi kelompok
individual yang didasarkan bahwa setiap individu memiliki beraneka macam
kebutuhan, dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan sosial bermasyarakat.
Cirri-ciri utama yang ada pada kelompok, yaitu: (1)Terdapat dorongan (motif);
(2). Terdapat timbal balik terhadap interaksi; (3). Pembentukan dan penegasan
struktur organisasi; (4). Terjadinya penegasan terhadap norma-norma berperilaku
sebgai pedoman.
Beberapa individu yang berkumpul, bisa
dikatakan sebagai kelompok bila memiliki syarat-syarat terbentuknya kelompok.
Syarat-syaratt ini antara lain: keanggotaan yang jelas, sadar sebagai anggota
kelompok, memiliki satu kesaamaan tujuan, saling ketergantungan antar anggota
lainnya, terjadinya interaksi dalam kelompok, kelompok yang muncul berada dalam
satu kesatuan tunggal organisasi. Adapun alasan mengapa individu membentuk suatu
kelompok, yaitu untuk memenuhi kebutuhan sosial. Kebutuhan sosial ini antara
lain: keamanan, sosial, penghargaan. Kelompok belum tentu merupakan tim, namun
tim pasti merupakan suatu kelompok. Robbins membedakan 4 variabel perbedaan
antara kelompok dan tim, dilihat dari sisi pandang sudut pekerjaan, yaitu: 1.
Sasaran; 2. Sinergi; 3. Akuntabilitas; 4. Keahlian.
DAFTAR PUSTAKA
Sigit,
Soehardi. 2003. Perilaku Organisasional. BPFE UST: Yogyakarta.
Gibson, Ivancevich, Donnelly. 1997.
Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses Jilid 1 dan 2. Binarupa Aksara:
Jakarta.
Amirullah, dkk. 2000. Perilaku
Organisasi. Bayumedia: Malang.
Seta Basri. 2011. Kelompok dan
Tim dalam Organisasi. (Online),
journal.uny.ac.id/index.php/efisiensi/article/view/3897
Comments
Post a Comment
name:
country