Skip to main content

laba maksimal (pengantar makro)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada dasarnya dalam dunia perusahaan terutama dikalangan para pemegang saham pasti mengingini keuntungan atau laba dari perusahaannya secara maksimal. Bahkan untuk mendapatkan mendapatkan keuntungan yang maksimal mereka melakukan kebijakan-kebijakan yang sangat hati-hati dengan mempertimbangkan perhitungan-perhitungan yang berkaitan deangan keuntungan. Sebelum mereka menginvestasikan uang mereka pada perusahaan mereka pula menggunakan perhitungan untuk meyakinkan bahwa perusahaan yang akan mereka modali tersebut dapat menguntungkan mereka atau tidak. Keuntungan sangat lah penting dalam perusahaan karena tidak ada perusahaan dan pengusaha yang menghendaki perusahaannya puntung atau dengan kata lain rugi.
 Memaksimalkan keuntungan atau memaksimalkan laba memiliki tujuan yaitu utuk mengetahui ditingkat mana perusahaan mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam memproduksi, dan seberapa banyak produksi agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Keuntungan maksimal dapat diketahui atau dihitung melalui 3 pendekatan yaitu melalui pendekatan total, pendekatan marginal, dan pendekatan rata-rata yang dimana 3 pendekatan tersebut memiliki cara-cara yang berbeda dalam menghitungnya.
Maka dari diatas dalam makalah kami ini kami akan menjelaskan apa itu memaksimalkan laba, apa tujuannya, dan bagaimana menghitungnya melalui pendekata-pendekatan tadi.






B.     Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian dari memaksimalkan Keuntungan (laba)?
2.    Apa Tujuan Perusahaan Memaksimalkan Keuntungan?
3.    Apa saja macam-macam pendekatan dalam memaksimalkan Keuntungan?

C.  TUJUAN
1.      Menjelaskan pengertian dari memaksimalkan Keuntungan.
2.      Menjelaskan Tujuan Perusahaan Memaksimalkan Keuntungan.
3.      Menjelaskan pendekatan dalam memaksimalkan Keuntungan.






















BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Memaksimalkan Keuntungan (Laba)
Sebagian besar model pemasukan menansumsikan bahwa perusahaan dan menejernya mengejar tujuan pencapaian keuntungan ekonomi yang sebesar mungkin. Defenisi mengingatkan tentang keuntungan ekonomi. Perusahaan memaksimalkan laba. Perusahaan memilih baik inpun dan hasil dengan tujuan tunggal guna untuk memaksimalkan laba atau keuntungan ekonomi. Keuntungan adalah selisih antara total pendapatan dan biaya total ekonominya.
Keuntungan (laba) merupakan tujuan utama suatu pengusaha dalam menjalankan usahanya. Proses produksi dilaksanakan seefisien mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan. Menurut Sunaryo keuntungan (laba) adalah selisih antaratotal pendapatan dengan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi. Keuntungan inilah yang mengarahkan produsen untuk mengalokasikan sumber daya ke proses produksi tertentu.
Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC), Keuntungan total akan mencapai maksimum apabila selisih positif antara TR  dengan TC mencapai angka terbesar. Secara sistematis laba dapat dirumuskan π=TR-TC perusahaan dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila selisihnya bernilai positif (π>0) dimana TR harus lebih besar dari pada TC (TR-TC).

2.      Tujuan Perusahaan dalam Memaksimalkan Keuntungan (Laba)
Dalam teori ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahan adalah “mereka akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat dimana keuntungan mereka mencapai  jumlah yang maksimum”.Berdasarkan kepada pemisalan ini dapat ditunjukkan pada tingkat kapasitas memproduksi yang bagaimana perusahaan akan menjalankan kegiatan usahanya.
Dalam praktek, pemaksimuman keuntungan bukanlah satu-satunya tujuan perusahaan.Ada perusahaan yang menekan kepada volume penjualan dan ada pula yang memasukkan pertimbangan politik dalam menentukan tingkat produksi yang akan di capai.Ada pula perusahaan yang lebih menekankan kepada usaha untuk mengabdi kepentingan masyarakat dan kurang mementingkan tujuan untuk  mencari keuntungan yang maksimum. Memang beberapa tujuan yang di temui dalam praktek tersebut memberikan dalam menganalisis kegiatan perusahaan. Tetapi, di samping menyadari kenyataan tersebut, juga di ingat bahwa pada sebagian besar perusahaan, Intinya tujuan terpenting adalah memaksimumkan keuntungan.Telah terbukti bahwa yang telah diberikan kepada masyarakat telah memperoleh kesimpulan yang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya yaitu untuk memaksimalkan laba.
Efisiensi di bidang keuangan memberikan pengaruh pada operasi perusahaan, sehingga akan meningkatkan efisiensi operasional dan efisiensi investasi yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan laba perusahaan. Dengan menghasilkan laba, perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan perusahaannya sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain kerena laba tersebut dapat ditanam kembali dan digunakan untuk mempertahankan atau meningkatkan pertumbuhannya. Seperti halnya industri lain, tiap industry juga bertujuan untuk memperoleh laba guna mempertahankan kelangsungan hidupnya. Laba yang dihasilkan tidak terlepas dari beberapa factor antara lain jumlah hasil produksinya, modal, dan total upah tenaga kerja.






3.       Pendekatan-pendekatan Dalam Memaksimalkan Keuntungan
Di dalam memaksimalkan keuntungan oleh produsen terdapat tiga pendekatan, yaitu:
A.    Pendekatan Totalitas (Totality Approach)
Pendekatan totalitas merupakan pendekatan dengan cara membandingkan pendapatan total(TR) dan biaya total (TC). Pendekatan total(TC) adalah sama dengan jumlah unit output yang terjual (Q) dikalikan dengan harga output per unit (P), maka TR = P.Q . Sedangkan biaya total (TC) adalah samadengan biaya tetap (FC) ditambah dengan biaya variable(VC), maka TC = FC + VC.
Dalam pendekatan totalitas biaya variable per unit output dianggap konstan sehingga biaya variable adalah jumlah output (Q) di kalikan dengan biaya variable per unit (v), maka VC=v.Q. Sehingga dapat disimpulkan bahwa π=P.Q-(FC+v.Q). [2]
Implikasi dari pendekatan totalitas ini adalah perusahaan menempuh strategi penjualan maksimum (Maximum Selling).Sebab semakin besar penjualan semakin besar laba yang diperoleh. Hanya saja sebelum mengambil keputusan, perusahaan harus menghitung berapa unit output yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Kemudian besarnya output tadi dibandingkan dengan potensi permintaan efektif.
Q
P
TR
( P.Q )
TC
Profit
(TR-TC)
0
-
0
4
-4
1
18
18
6
12
2
15
30
10
20
3
12
36
16
20
4
9
36
24
12
5
6
30
34
-4
6
3
18
46
-28

Berdasarkan pendekatan total angka yang terbesar dikolom profit adalah maksimal keuntungannya. Seperti tabel diatas maka maksimal keuntungannya adalah angka 20. Maka berdasarkan pendekatan total ini keuntungan maksimal akan didapatkan bila jumlah produksi (Q) sebanyak 2 unit dengan harga (P) adalah $15, dan jumalah produksi (Q) 3 dengan harga(P) adalah $12.
B.     Pendekatan Marginal (Marginal Approach)
Analisis marginal ini mirip dengan analisis mencari kepuasan maksimum. Analisis ini mendasarkan pada satu konsep yaitu keuntungan marginal yakni tambahan keuntungan total sebagai akibat tambahan satu unit output. Untuk mencari  jumlah output yang menghasilkan keuntungan maksimum dapat digunakan patokan sebagai berikut “Jika keuntungan marginal masih positif dengan menambah satu unit output maka output harus ditambah dan apabila keuntungan marginal negative dengan menambah satu unit output maka output harus dikurangi sampai keuntungan atau laba marginal= 0”.
Dalam pendekatan marginal perhitungan laba dilakukan dengan membadingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungannya apabila menambah produksinya pada saat MR>MC  yaitu hasil penjualan marginal (MR) melebihi biaya marginal (MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menambah keuntungannya. Dalam keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR<MC, mengurangi produksi dan penjualan akan mmenambah untung. Maka keuntungan maksimum di capai dengan keadaan di mana MR=MC berlaku. sehingga π=TR-TC.





Q
p
TR
TC
MR
MC
profit
0
-
0
4
-
-
-4
1
18
18
6
18
2
12
2
15
30
10
12
4
20
3
12
36
16
6
6
20
4
9
36
24
0
8
12
5
6
30
34
-6
10
-4
6
3
18
46
12
12
-28

Gambar 1.3
Pada tabel di atas dicari kondisi pada saat MR=MC dimana pada kondisi tersebut jumlah output yang dihasilkan adalah 3 unit dan tingkat keuntungan yang diperoleh adalah sebesar $20
C.     Pendekatan Rata-rata
Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) . Laba total adalah laba per unit dikalikan dengan jumlah output yang terjual. Dapat dijelaskan secara matematis π=(P-AC).Q.
Dari persamaan ini perusahaan akan mencapai laba bila harga jual per unit output (P) lebih tinggi dari biaya rata-rata (AC). Perusahaan hanya mencapai angka impas bila P sama dengan AC.
Keputusan untuk memproduksi atau tidak didasarkan perbandingan besarnya P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC, Perusahaan hanya mencapai angka impas bila P=AC. Keputusan untuk memproduksi didasarkan pada perbandingan antara P dengan AC. Bila P lebih kecil atau sama dengan AC maka perusahaan tidak mau memproduksi. Implikasi pendekatan rata-rata adalah perusahaan atau unit laba usaha harus menjual sebanyak-banyaknya(maximum Selling) Agar laba (π) makin besar.


Q
P
TR
TC
AC
profit
0
-
0
4
0
-4
1
18
18
6
6
12
2
15
30
10
5
20
3
12
36
16
5,3
20
4
9
36
24
6
12
5
6
30
34
6,8
-4
6
3
18
46
7,6
-28























BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan mengenai pemaksimalan laba, maka dapat diambil kesimpulan seperti berikut:
1.      Menurut Sunaryo keuntungan (laba) adalah selisih antaratotal pendapatan dengan total biaya, yang merupakan insentif bagi produsen untuk melakukan produksi.Pada intinya tujuan dari memaksimalkan laba adalah mencari keuntungan bagi perusahaan tersebut yang sedang produksi
2.      Adapun pendekatan – pendekatan yang ada di memaksimalkan laba sebagai berikut :
a.       Pendekatan Totalitas (Totality Approach) merupakan pendekatan dengan cara membandingkan pendapatan total(TR) dan biaya total (TC) maka TC = FC + VC.
b.       Pendekatan Marginal (Marginal Approach) yaitu hasil tambahan hasil penjualan yang diperoleh perusahaan dari menjual perunit lagi barang yang di produksi.
c.       Pendekatan Rata – rata adalah pendekatan yang perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) . Laba total adalah laba per unit dikalikan dengan jumlah output yang terjual. Maka π=(P-AC).Q.










Comments

Popular posts from this blog

supervision of school management

1 CHAPTER I PRELIMINARY A. Background Education is a very strategic tool within preserving the value system that evolves in life.   Process education not only provides participants with knowledge and understanding educate, but more directed to the formation of attitudes, behaviors and the personality of learners, given the development of communication, information and the presence of print and electronic media does not always bring positive influence for learners. The educator's job in this context helps to condition the pesera educate on the attitude, behavior or the right personality, in order to be able to become agents of modernization  for himself, the environment, society and anyone encountered without having to distinguish the tribe, religion, race and class.   Education is directed towards humanizing human beings, or help the process of   hominization  and humanization, its intent and implementation the educational p...

makalah evaluasi pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN A.     Latar belakang Evaluasi atau penilaian sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan kehidupan manusia sehari-hari, karena disadari atau tidak, sebenarnya evaluasi sudah sering dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun kegiatan social lainnya. Hal ini dapat dilihat mulai dari berpakaian, setelah berpakaian ia berdiri dihadapan kaca apakah penampilannya sudah wajar atau belum. Dalam pendidikan Islam evaluasi merupakan salah satu komponen dari system pendidikan islam yang harus dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur keberhasilan atau target yang akan dicapai dalam proses pembelajaran. Untuk itu seorang guru harus benar-benar mempersiapkan dengan benar evaluasi tersebut, Sebelum menyiapkan evaluasi belajar guru terlebih dahulu harus mengetahui apa esensi dari penilaian itu sendiri. Dalam makalah ini akan diulas beberapa poin yang tentunya berkaitan dengan penilaian, yang k...

learning style

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan suatu proses perubahan baik prilaku, pengetahuan dan budaya. Hal ini terkait dengan bagaimana proses interaksi terjalin dengan efektif, saat guru koofratif dengan peserta didik yaitu tidak membeda-bedakan perlakuan. Disamping guru harus bersikap arif, bijaksana dan penuh kasih sayang sebagai landasan dalam mentranformasikan ilmu pengetahuan, sikap dan budaya, bahkan guru dituntut untuk senantiasa mengetahui karakteristik peserta didik di antaranya; Pertama Baground hight quality personality (latar belakang kualitas perseorangan). Latar belakang inilah yang kemudian peerta didik mempunyai gaya belajar masing-masiang misalnya; 40 jumlah peserta didik pasti memiliki gaya belajar yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan prilaku yang dibawanya. Kedua Sosial budaya yaitu peranan dan status seseorang tentunya memiliki status social yang heterogen pula seperti halnya; latar belakang keluarga yang termasuk golongan High Class (ti...